Hisnindarsyah
Rembang sore. Senja mulai mengufuk kuning kemerahan.
Seorang mayat penuh luka lebam disekujur tubuhnya. Tergeletak di halaman parkir salah satu swalayan ternama. Tubuhnya tertutup kain alakadarnya.
Banyak orang berkerumun, disekelilingnya.
Katanya, dia adalah maling yang tewas di 'massa'.
Sekarung beras, sekantong minyak dan snack balita terserak disampingnya. Bercampur noda darah yang keluar dari mulut, telinga dan hidungnya. Tragis nasbnya.
Tibatiba, dering handphone berbunyi.
Ternyata sumber suara dari saku baju lusuh mayat lakilaki separuh baya itu. Seseorang pria berbaju security, memberanikan diri. merogoh saku bajukumalnya.
Terdengar suara anak perempuan belum dewasa, dari handphone yang di loudspeaker. Suaranya cemas dan lirih.
" Ayah? Ayah dimana?...kami kuatir karena ayah dari tadi tak ada kabar. Ayah baikbaik saja khan?...kami hanya lapar ..sedari pagi ibu hanya memasak air untuk minum kami berlima...dan kami diminta mengaji , mendoakan ayah mendapat rizki halal..ayah sudah dapat beras?....halo ayah....ayah? Ayah jawab ayah?"....
Tibatiba..tuuutttttt.Telpon pun mati. Kuota habis
Seperti matinya hati kebanyakan para petinggi negeri ini.
Seperti sirnanya peduli para penguasa bumi ini.
Selamat Hari Raya Idul Fitri Bumi Pertiwi.03.04.2025 kamis jelang jumat berkah
Doc HSD
Post a Comment